Saturday, August 9, 2008

Four ESSENTIAL Tips to Break Free From Any Debts

Note: These tips are very foundational on breaking free from any debts. You can't afford not to apply them. It makes sense and they are very simple.


Bebas dari Utang? Mengapa Tidak!


Gaya hidup ‘berutang’ sudah begitu marak dewasa ini. Utang kelihatannya sudah dianggap sebagai solusi sementara dari kebutuhan saat ini, dan seringkali terus dilakukan tanpa perhitungan akan dampak negatifnya di masa depan. Utang bersifat mengikat, dan tak jarang membuat orang yang terpercaya sekalipun menjadi tak bertanggung-jawab. Utang adalah suatu hal yang tidak perlu dibiarkan lama-lama pada hidup Anda—bahkan lebih baik kita tidak memilikinya!

Untuk bebas dari utang, Anda perlu memiliki sebuah battle plan. Ron dan Judy Blue dalam bukunya Money Talks and So Can We (Zondervan, 1999) mengetengahkan empat tips sederhana menuju debt-free life.

1. Hitung berapa utang Anda.
Daftarkan semua kewajiban Anda, seluruh jumlah uang yang menjadi utang Anda pada siapapun, untuk apapun, termasuk bunganya. Hadapi utang Anda, dan jangan melakukan financial denial (penyangkalan akan keadaan finansial yang sebenarnya). Langkah pertama ini sangat krusial.

2. Ketahui apa penyebab utang Anda.
Utang sebenarnya tidaklah selalu negatif. Ada saat di mana kita butuh pinjaman, seperti untuk membeli rumah, memulai bisnis baru, atau untuk membiayai pendidikan. Pada setiap contoh tadi, keuntungan yang akan Anda terima bisa melampaui biaya-biaya yang timbul, sehingga kita dapat membuat sebuah rencana yang realistis untuk mengembalikan pinjaman pada waktunya.

Sedangkan hal-hal seperti impulse buying, atau pembelian yang Anda lakukan tanpa anggaran maupun rencana yang jelas untuk membayarnya, dapat menjebak Anda dalam jerat utang. Seringkali pembelian itu dibuat agar Anda merasa senang di tengah masalah yang sedang dihadapi. Misalnya, ketika suatu pasangan sedang bermasalah dalam pernikahan, mereka bisa saja memutuskan untuk berbelanja home theater equipment lengkap untuk mencerahkan suasana di rumah. Hasilnya, pernikahan itu malah semakin stress akibat utang tambahan.
Perhatikan daftar utang-utang Anda dan pikirkan mengapa Anda awalnya mengeluarkan uang. Putuskan untuk berhenti membeli dengan cara kredit untuk hal-hal yang belum mampu Anda tanggulangi secara finansial atau tidak Anda butuhkan.


3. Susunlah rencana pengembalian utang yang realistis.
Untuk dapat mengembalikan utang, Anda perlu meningkatkan income Anda dan/atau mengurangi biaya-biaya pengeluaran Anda. Hal-hal seperti menabung, memperbaiki sendiri kerusakan di rumah Anda, memakai dulu barang-barang lama tanpa harus membeli yang baru, dan mengubah gaya hidup tertentu yang agak berlebihan, dapat membuat Anda memiliki dana ekstra untuk menyelesaikan utang Anda.

Mulailah dengan membayar utang terkecil. Dengan mengalami sukses di awal pertarungan, Anda akan termotivasi untuk meraih sukses selanjutnya. Fokuskan diri pada utang yang memiliki bunga tertinggi dari yang lainnya. Sadarilah bahwa proses ini membutuhkan waktu.


4. Miliki accountability partner.
Akuntabilitas membangun fokus dan disiplin. Bertanggungjawablah pada seseorang yang terpercaya dalam pertimbangan dan integritasnya. Sebaiknya jangan pada pasangan Anda, karena bisa saja terjadi kompromi dan kesulitan dalam penilaian yang obyektif. Anda dapat menghubungi layanan-layanan konseling finansial semacam Consumer Credit Counseling Service (CCCS) di Amerika Serikat, yang dengan biaya bulanan yang terhitung murah dapat menolong Anda membuat rencana pengembalian utang (debt repayment plan), bernegosiasi dengan para kreditor untuk mendapatkan angsuran bulanan yang lebih kecil dan mengurangi bunga.
Dengan menyelesaikan utang, Anda akan lebih banyak mengurangi stress hidup dan juga penyebab potensial dari berbagai masalah lain. Tingkatkan kualitas hidup Anda secara finansial. Bebas dari utang? Mengapa tidak!

No comments: